Tuesday, April 27, 2010
10 Kualitas yang Harus Dimiliki Pengusaha Pemula
Lebih dari separo usaha baru mengalami kegagalan setelah lima tahun berjalan! Alasan utamanya , kurangnya pengalaman , dana atau keterampilan manajemen.
Berikut adalah 10 kunci kualitas yang diperlukan pengusaha agar sukses. Beberapa diantaranya mungkin telah Anda miliki dalam kepribadian Anda, sementara yang lainnya harus terus menerus dikembangkan.
1. Pengetahuan khusus
Anda harus memiliki pengetahuan khusus terkait dengan bisnis yang akan jalankan. Tanpa mengetahui seluk-beluk produk atau dinamika market tertentu, Anda menempatkan diri Anda pada kegagalan. Kurangnya pengetahuan akan membuat keputusan yang buruk dan belajar dari kesalahan yang mahal bukanlah hal yang mudah bagi pengusaha. Ketika Anda men-set bisnis, hanya ada satu peluang yang sempit - satu atau paling banyak dua tahun – dimana Anda harus sukses sebelum Anda kehabisan sumber atau energi. Terlepas dari pengetahuan khusus, Anda juga harus memahami dasar area dan perdagangan bisnis Anda dengan cepat, mulai dari akun dan administrasi sampai marketing dan produksi.
2. Percaya diri
Meluncurkan bisnis baru adalah perjuangan dan tanpa kepercayaan diri dan kemampuan untuk melihat situasi, maka akan mudah hancur. Karyawan mereflekseikan moral pengusaha dan jika mereka merasa Anda tidak jujur atau tidak aman, mereka akan menjadi gelisah dan tidak ada motivasi. Anda harus belajar menyimpan ketakutan dan kecemasan dalam hati dan merefkeksikannya secara personal . Dihadapan publik, Anda harus menjadi figur yang tenang dan percaya diri.
3. Keuletan
Kemampuan untuk melihat situasi adalah kualitas yang dimiliki pengusaha sukses. Orang yang demikian mampu bertahan dalam kondisi bisnis yang tidak menentu dengan keteguhan dan keuletan. Kemauan yang kuat lebih diperlukan di tahap awal usaha, bahkan ketika goncangan kecil terjadi dalam bisnis. Pengusaha harus belajar untuk bangkit dari kegagalan yang dihadapi.
4. Motivasi yang tepat
Mengapa Anda ingin memulai usaha Anda ? Apakah semata-mata untuk menghasilkan banyak uang sehingga Anda bisa membeli kondominium? Apakah ada sesuatu yang lebih tinggi yang mendorong Anda ? Pengusaha yang memiliki motivasi lebih tinggi daripada nilai sekedar kaya cenderung membangun bisnis yang bisa bertahan lama . Mereka di dorong oleh keinginan untuk menciptakan sesuatu yang berharga. Mereka memberikan benefit di lingkungannya dengan memberikan produk dan jasa yang unik atau melakukan sesuatu dengan cara yang lebih baik sehingga memberikan kesejahteraan bagi setiap orang. Tentu, mereka juga menjadi kaya secara signifikan, tapi ini yang jarang dijadikan motivasi utama.
5. Kreatifitas dan inovasi
Kreatifitas adalah kemampuan memberikan solusi unik dari permasalahan. Pengusaha sukses mengadopsi teknik pemecahan masalah yang kreatif untuk menghadapi tantangan. Pemikiran kreatif dan inovatif yang demikian diperlukan di semua area, dari mengisi kekosongan pasar, dan memvisualisasikan produk dengan sistem dan prosedur yang lebih efisien dan biaya yang efektif. Terkadang, hanya diperlukan satu ide bagus untuk mengubah keberuntungan bisnis dan mengeluarkan produk yang bagus.
6. Pandangan Strategik
Tidak ada pengusaha yang sukses tanpa pandangan stratejik terhadap perubahan banyak hal. Langkah apa yang harus diambil dimasa datang? produk baru apa yang diluncurkan ? haruskah operasional dikonsolidasikan atau ekspansi ? investasi uang atau membangun modal cadangan ? apa langkah kompetitor selanjutnya ? akankah terjadi penurunan ekonomis ? Jawaban atas pertanyaan-pertanya an tersebut tergantung pada pandangan stratejik pengusaha. Pengusaha yang sudah lama malang-melintang di dunia bisnis memiliki pengalaman tersebut atau hanya dengan mengandalkan memiliki peluang yang bagus untuk sukses karena mereka bisa merasakan kemana arah angin bertiup dan akan mengarahkan kemudi di arah angin.
7. Kepemimpinan
Seorang pengusaha harus bisa menjadi seorang pemimpin. Kepemimpinan adalah kualitas yang memberikan panduan dan insipirasi bagi mereka yang melihat ke arah Anda. Banyak orang yang beruntung terlahir dengan kualitas kepemimpinan. Bagi yang lain, merupakan keterampilan yang didapat dari kerja keras dan pengalaman. Bagaimanapun, tidak ada pengusaha berhasil tanpa kualitas kepemimpinan untuk memotivasi orang yang bekerja dengannya, dorong mereka untuk memberikan yang terbaik dan tentukan arah kemana mereka melangkah.
8. Menghilangkan ego
Pengusaha dengan ego yang tinggi tidak bisa menghargai pandangan orang lain kecuali pandangannya sendiri. Mereka mudah tersinggung dan orang yang berbakat akan kesulitan bekerja dengannya. Ini bisa menjadi pangkal masalah. Karyawan dengan tingkat self-respect dan intelegensi akan meninggalkan organisasi atau berusaha low profile di tempat kerja. Mereka yang ambisius akan mengatakan pada bos apa yang hanya ingin dia dengar. Pengusaha yang egois tidak bisa menilai karyawan berdasarakan kontribusinya pada perusahaan. Mereka akan menilainya dari sudut pandang suka dan tidak suka. Pengusaha yang demikian akan menjadi santapan kompetitor.
9. Kemampuan untuk berbelok
Fleksibilitas dalam berpikir adalah kualitas kunci bagi pengusaha. Mereka harus bisa merubah pandangan dan strategi berdasarkan situasi yang terjadi. Untuk melakukannya, ego perlu dihilangkan . Jika Anda memiliki sifat yang demikian, Anda tidak akan mengakui kesalahan yang sudah Anda buat dan menolak untuk mempertanggungjawab kan keputusan Anda. Pengusaha yang egois terus menggelontorkan uang untuk proyek yang tidak memiliki harapan memberikan keuntungan. Salah satu contoh yang paling dikenal – yang masih diajarkan di sekolah bisnis – yang memiliki kemampuan untuk berbelok adalah Microsoft. Perusahaan ini tidak menghiraukan fenomena Internet saat mulai populer dipenjuru dunia. Setelah dua tahun mengabaikannya, Microsoft meninjau ulang posisnya dan "membelokkan perusahaan dalam sekejap ." Dalam melakukan perubahan, perusahaan berhadapan dengan teknologi baru, melakukan akuisisi, mengeluarkan produk baru, dan kini berada di garis depan revolusi Internet. Semua ini tidak akan pernah terjadi jika manajer puncak tidak fleksibel dalam melakukan pendekatan dan cukup rendah hati untuk mengatakan "Kami telah melakukan kesalahan dalam hal ini ."
10. Etika
Etika adalah faktor terbesar yang didengar prospek terhadap perusahaan untuk jangka panjang. Rekan - suplier, konsumen, karyawan, bankir, pemegang saham - tidak suka berhubungan dengan pengusaha yang tidak jujur. Mereka akan sulit menghilangkan sakit hatinya dan harus selalu waspada . Kejujuran dan etika adalah benih kepercayaan dan ketika orang lain mulai mempercayai Anda, banyak pintu yang akan terbuka.
Oleh: James Walsh
Sumber: www.powerhomebiz. com
Diterjemahkan oleh: Iin - Tim Pengusaha Muslim.com
Artikel: www.pengusahamuslim.com
Saturday, April 24, 2010
Usaha Ibu Rumahtangga

Banyak ibu yang berupaya untuk menghasilkan tambahan pendapatan dan masih memiliki waktu yang fleksibel untuk keluarga. Apakah Anda tertarik dengan kerja paruh-waktu atau ingin memulai bisnis di rumah, berikut adalah 10 ide bisnis yang bisa disesuaikan dengan jadwal yang paling padat.
Asisten Virtual – Asisten virtual memberikan layanan administrasi yang tidak memiliki staf untuk menangani tugas-tugas tersebut. Berbagai jenis tugas bisa ditawarkan dengan tarif perjam atau per-job, mulai dari pengelolaan database kontak dan membuat serta mengirim surat-menyurat bisnis, sampai mendesain brosur dan newsletter dan mengkoordinir pengiriman dalam jumlah besar. Agen dan pengusaha kecil dalah target klien bagi jasa seperti ini.
Penulis Lepas – Penulis lepas menulis artikel di koran dan majalah. Banyak artikel membutuhkan riset, ditulis dengan baik, dan sesuai dengan gaya publikasi. Pembayaran bervariasi mulai dari $.10 - $2.00 per kata. Pebisnis biasanya juga mengkontrak penulis lepas untuk membuat laporan, berita, copy iklan, dan proyek khusus lainnya.
Tutor Komputer – tutor komputer mengajarkan siswa bagaimana menggunakan komputer, akses email, set up komputer baru, dan menggunakan program seperti Word, Excel, Powerpoint, dan Quickbooks. Jasa ini bisa dilakukan per orang atau dalam kelas dalam kampus atau pusat pelatihan. Tutor bisa mengenakan biaya perjam atau pendaftaran kelas.
Penitipan binatang peliharaan – Perawat binatang peliharaan- menawarkan jasa perawatan di rumah saat si pemilik sedang bepergian. Jasa yang biasanya ditawarkan adalah memberikan makan, mengajak bermain, atau pembersihan box, dan mengajak berjalan-jalan. Jasa ini biasanya mengenakan biaya per kunjungan.
Infopreneur – Infopreneur menjual informasi dalam bentuk buku, e-book, laporan khusus, telekonferensi, seminar, lembar kerja, dan program video. Anda bisa memanfaatkan keahlian, hobi untuk bisnis ink,a tau secara virtual menangani masalah dengan hosting website untuk menjual info produk.
Asisten Trading Ebay – Asisten trading menyediakan jasa bagi komunitasnya dengan bertindak sebagai agen penjualan di eBay. Agen ini memiliki kontrak dengan klien untuk mendata item yang dijual, mengumpulkan pembayaran dari pembeli, mengirimkan barang dan mendapatkan prosentase dari keuntungan –biasanya antara 30-50%. Ini adalah layanan yang bagus yang bisa ditawarkan bagi orang yang tidak terlalu memahami komputer tapi mereka ingin menjualnya secara online. e-Bay menawarkan direktori dimana asisten trading bisa mempromosikan jasa mereka.
Kreasi rajutan – Rajutan adalah tren yan menawarkan peluang untuk menghasilkan pendapatan. Jika Anda membuata scraf, selimut, sweater atau topi buatan tangan, Anda bisa menjualnya di eBay, menitipkannya di butik lokal atau menyewa stand di pameran kerajinan. Anda juga bisa mengajar merajut di rumah Anda, di pusat latihan, atau toko kerajinan.
Taksi anak-anak – Jika Anda mengantar-jemput anak ke dan dari sekolah, mengapa tidak menghasilkan uang dari antar-jemput anak-anak lain? Banyak orang tua yang akan dengan senang hati membayar untuk memastikan anak-anak mereka berangkat dan pulang sekolah dengan selamat.
Desainer Resume – Desainer resume membantu para pencari kerja dengan membuat resume dan surat pengantar yang profesional. Resume bisa dibuat dengan menggunakan software khusus dan program word processing dasar. Jasa ini dibutuhkan oleh mahasiswa dan pencari kerja. Kisaran biaya mulai dari $50 - $250 tergantung pada level pekerjaan.
Buku resep kustom – Setiap keluarga memiliki resep rahasia dan favorit yang disimpan untuk generasi berikutnya. Membuat buku resep kustom dengan mengumpulkan resep-resep dalam kumpulan resep dengan menggunakan program prosesing dan ketrampilan kreatif. Buku-buku ini bisa menjadi hadiah yang luar biasa dan bisa saja dipesan oleh siapapun yang ada dalam pohon keluarga. Buku bisa dicetak di percetakan setempat atau melalui jasa online publishing.
Jika Anda memutuskan untuk memulai bisnis Anda sendiri, hubungi dinas perdagangan setempat dan memenuhi persyaratan yang diajukan. Biaya berkisar antara $50 hingga $200 dengan proses aplikasi yang cukup sederhana. Bisa saja akan banyak pajak bisnis rumahan, sehingga pastikan untuk menyimpan tanda terima, melacak pengeluaran yang terkait dengan perjalanan bisnis, dan mengembangkan sistem akuntansi yang solid. Maka Anda akan menemukan diri Anda menikmati reward secara finansiak dan emosional atas kepemilikan bisnis Anda.
sumber: www.businessinfoguide.com
copypaste dari : www.pengusahamuslim.com
Tuesday, April 13, 2010
Jurus Bisnis dari pengusaha sukses Indonesia
IR. CIPUTRA:
1. Kalau anda tidak punya “iman” atau keyakinan, anda tidak bisa sukses.
2. TDA harus memberikan pelatihan entrepreneurship. Jangan hanya menyuruh orang berenang tanpa mengajari cara berenang.
3. Enterpreneur bukan dari turunan, tapi dari disiplin yang bisa dipelajari.
4. Seorang entrepreneur bisa mengubah sampah & kotoran menjadi emas.
5. Anda pasti bisa menjadi world class entrepreneur kalau
rajin mengikuti pelatihan. Jadilah world class entrepreneur by design & by training
6. Jangan puas berenang di kolam kecil, jadilah juara renang di laut lepas. Anda bisa
H. ALAY:
1. Barangsiapa menguasai bahasa suatu kaum, ada peluang menjadi raja kaum itu.
2. Bagi seorang entrepreneur, setiap apa pun yang terjadi, apa pun yang ditemui, adalah peluang.
3. Tidak ada lawan bisnis. Yang ada adalah mitra bisnis (walaupun core bisnisnya sama).
4. Berbisnislah dengan nurani dan yakinlah pertolongan Allah.
ERI SUDEWO:
1. Kalau mau jadi world class entrepreneur tidak perlu capek-capek melihat ke mana-mana, konsen saja pada kualitas produk sendiri.
2. Disiplin, disiplin, disiplin. Anda tidak bisa sukses kalau tidak bisa mendisiplinkan diri sendiri.
SANDIAGA UNO:
1. Just do it. Tekun. Teliti. Belajar dari kesalahan. Tidak pernah menyerah.
2. Memulai usaha itu tidak pernah mengenai modal. Modal itu urusan ke-5, ke-6, ke-10.
3. Jangan takut serbuan produk China. Produk kita mampu bersaing.
4. 12 th terakhir ekonomi Indonesia tumbuh pesat. Kalau tidak ada sesuatu yg fatal, tahun 2010 Indonesia akan jadi 10 besar negara ekonomi terkuat. Jumlah kalangan menengah-atas akan tumbuh pesat. Jadi jangan berpikir membuat produk-produk murah (an) untuk menyaingi produk China.
5. Keterbatasan- keterbatasan itu tidak ada, kitalah yang menciptakannya di dalam kepala kita.
6. Mimpilah jadi nomor satu, kalaupun meleset masih jadi tiga besar.
7. Perusahan-perusahaa n besar punya ciri khas: fokus, tekun dalam bidangnya, dan mengalahkan saingan-saingannya.
8. Kalau jadi karyawan kita tidak mungkin bisa “membaca ke depan”. Hanya pengusaha yang bisa melakukannya.
NAOMI SUSAN:
1. Utang/keterbatasan memiliki kekuatan: memotivasi kita segera keluar dari masalah. So, be negative!
2. Seringkali ide bisnis baru yg luar biasa justru jadi bumerang.
3. Harus selalu menerapkan profesionalisme, jangan personalisme.
4. Ada yg bilang bisnis itu susah? Mulailah dari yang mudah! Bisnis itu rumit? Lakukan bisnis yang sederhana! Bisnis butuh modal banyak? Lakukan bisnis bermodal kecil. Menjadi pebisnis harus berpendidikan tinggi? Orang tidak berpendidikan pun bisa berbisnis. Berbisnis harus punya keahlian? Tidak selalu. Pebisnis harus bekerja keras? Siapa suruh?!
5. Terkait no 4 Bu Naomi memutar video bisnis Bu Icih, “pedagang ndheprok” sate cecek/kikil di Pasar Baru. Sehari Bu Icih bisa menjual sate cecek 1.000 tusuk @ Rp 1.000 plus aneka kue & gorengan. Khusus ttg sate cecek, dari 1 kg cecek seharga Rp 15.000 plus biaya bumbu dll Rp 5.000, dapat dihasilkan 100 tusuk sate cecek. Silakan hitung sendiri berapa keuntungan Bu Icih sehari? Sebulan? Setahun? Contoh bahwa bisnis itu mudah, sederhana, bisa dilakukan siapa saja, tidak butuh modal banyak, untungnya besar!
6. Buat rencana bisnis. Amankan modal. Potong biaya. Dapatkan laba tunai (non piutang). Pelihara pelanggan produktif. Tuai referral. Lakukan iklan & promosi. Manfaatkan koneksi. Bentuk system. Bersikap fleksibel.
7. Miracles are only for the braves.
8. Opportunity is nowhere now, here.
BOB SADINO:
1. Jangan sebut istilah UKM, nanti mindset-nya kecil terus. Ganti istilah UKM dengan UBB (Usaha Bakal Besar).
2. Saya berbisnis tanpa rencana, tanpa tujuan, tanpa kerja keras.
3. Saya mulai bisnis tanpa rencana. Begitu mulai bisnis, merencanakan apa yang dilakukan sehari besok. Cukup sehari ke depan.
PURDIE E. CHANDRA:
1. Jadi pengusaha gak harus pintar sekolahnya. Kalo bisa IP-nya < 3. Gak lulus gak apa-apa. Orang pinter biasanya penakut, terlalu banyak berhitung-hitung.
2. Pakai otak kanan. Kreatif. Meloncat-loncat. Intuitif.
3. Cara paling gampang mengembangkan otak kanan, pakai teknik 9A: action, action, action, action, action, action, action, action, action!
4. BISNIS = Berani Investasi Sedekah Nekad InsyaAllah Sukses.
5. BOSS = Berani Optimis Sedekah Selamanya
6. Anak kecil bisa berjalan karena tidak takut resiko. Jangan pernah berpikir ingin meminimalkan resiko.
7. Berzakatlah lebih dari 2,5%. Kelebihannya merupakan “indent” untuk rezeki berikutnya.
8. Menciptakan masa depan itu dengan pola pikir masa depan, bukan dengan pola pikir masa sekarang, apalagi masa lalu.
9. Harus berani utang, makin banyak makin baik, biar makin banyak yang mendoakan usaha kita berhasil
sumber : tdabekasi@yahoogroups.com
Wednesday, March 17, 2010
25 Karakteristik Pengusaha Sukses
Artikel ini dikutip dari ‘Ultimate Home Based Business Handbook’, oleh James Stephenson, tersedia di Entrepreneur Press.
Terlepas dari definisi sukses Anda, ada sejumlah karakteristik umum yang dimiliki oleh pengusaha sukses. Anda bisa memberikan tanda centang di masing-masing karakteristik yang mungkin Anda miliki. Melalui cara ini, Anda bisa melihat bagaimana Anda menyusunnya. Meskipun Anda tidak memiliki semua karakteristik ini, Anda tidak perlu cemas. Kebanyakan bisa dipelajari dengan praktek dan dengan mengembangkan mental pemenang, terlebih jika Anda menentukan tujan dan Anda terapkan pada diri sendiri, melalui perencanaan stratejik, untuk mencapai sasaran dalam tahapan yang terukur.
Yang Harus Dimiliki Bisnis Rumahan
Seperti kegiatan lainnya yang Anda kerjakan, ada beberapa keharusan yang dibutuhkan agar sukses dalam aktivitas yang dipilih. Untuk bisa berkendara di tempat umum secara legal, seseorang harus memiliki SIM; agar menang dalam pertandingan, harus berlatih dan berlatih; agar bisa pensiun dengan nyaman, seseorang harus menjadi investor yang berpengetahuan dan secara aktif berinvestasi untuk masa pensiunnya. Jika tujuan Anda adalah sukses dalam berbisnis, maka formulanya tidak jauh berbeda. Ada beberapa keharusan yang harus dikembangkan, diterapkan, dan dikelola secara penuh untuk kesuksesan bisnis Anda. Ada banyak keharusan dalam bisnis, tapi artikel ini hanya membahas beberapa yang saya yakini merupakan keharusan, yang lebih penting yang dibutuhkan saat memulai, menjalankan dan menumbukan profit usaha rumahan.
1. Lakukan apa yang Anda nikmati
Apa yang Anda dapatkan dari bisnis dalam bentuk kepuasan pribadi, pendapatan finansial, stabilitas dan kenikmatan adalah nilai yang akan Anda tempatkan dalam bisnis Anda. Jadi, jika Anda tidak menikmati apa yang Anda kerjakan, maka kemungkinan akan tercermin dalam keberhasilan bisnis Anda –atau kesuksesan Anda berikutnya. Nyatanya, jika Anda tidak menikmati apa yang Anda kerjakan, peluangnya Anda tidak akan sukses.
2. Bekerja dengan serius
Anda tidak bisa berharap untuk efektif dan sukses dalam bisnis kecuali Anda benar-benar yakin dengan bisnis dan produk atau jasa yang Anda jual. Terlalu banyak pengusaha rumahan yang gagal menjalankan bisnisnya dengan cukup serius, mudah beralih dan tidak termotivasi dan mempertajam indera penciuman mereka. Mereka juga menjadi santapan mereka yang memandang bisnis rumahan dengan sebelah mata karena mereka tidak bekerja di gedung perkantoran, toko, atau pabrik. Sedikit yang melakukan dengan skeptis, tahu bahwa sejumlah orang yang bekerja dari rumah, dan menghasilkan pendapatan tahunan yang bagus, telah melonjak di beberapa tahun terakhir ini.
3. Merencanakan segala sesuatunya
Merencanakan setiap aspek bisnis rumahan Anda bukan saja merupakan suatu keharusan, tapi juga membangun kebiasaan yang harus dikembangkan, diterapkan, dan dipelihara oleh pengusaha. Perencanaan bisnis sangat penting karena mengharuskan Anda menganalisa setiap situasi bisnis, melakukan riset dan mengumpulkan data, serta membuat kesimpulan yang berdasarkan fakta yang didapatkan dari riset. Perencanaan bisnis juga sebagai fungsi kedua, dimana tujuan Anda dan bagaimana mencapainya, diatas kertas. Anda bisa menggunakan rencana yang Anda buat baik sebagai peta yang Akan membawa Anda dari titik A ke Z serta sebagai pengukur kesuksesan masing-masing rencana individu atau segmen dalam rencana.
4. Mengelola uang dengan bijak
Alur kas adalah denyut nadi setiap bisnis apapun. Anda membutuhkannya untuk membeli inventori, membayar jasa, mempromosikan dan memasarkan bisnis Anda, memperbaiki dan menempatkan alat dan perlengkapan, dan menggaji diri Anda sendiri sehingga Anda bisa tetap melanjutkan pekerjaan. Karena itu, semua pengusaha rumahan harus menjadi manajer keuangan yang bijak untuk memastikan alur kas tetap berjalan dan tagihan terbayarkan. Ada dua aspek manajemen keuangan yang bijak:
Uang yang Anda terima dari klien sebagai pertukaran barang atau jasa yang Anda sediakan (pendapatan)
Uang yang Anda keluarkan untuk inventori, supplai, upah, dan item lain yang dibutuhkan untuk operasional bisnis Anda.(pengeluaran)
5. Meminta penjualan
Pengusaha rumahan harus selalu ingat bahwa kegiatan pemasaran, periklanan, atau promosi tidak bermanfaat, terlepas dari seberapa cerdas, mahal, atau dibidik dengan tepatnya mereka, kecuali satu hal sederhana yang diselesaikan – meminta penjualan. Ini tidak menjelaskan bahwa menjadi sales yang hebat, advertising copywriting atau ahli hubungan masyarakat bukan aset yang besar dalam bisnis Anda. Namun, keterampilan ini tidak ada artinya jika Anda tidak secara aktif meminta orang membeli apa yang Anda jual.
6. Ingatlah pelanggan
Bisnis rumahan Anda bukanlah produk atau jasa yang Anda jual. Bisnis rumahan bukanlah harga yang Anda kenakan untuk barang dan jasa. Bisnis rumahan bukanlah soal persaingan dan bagaimana Anda mengalahkannya. Bisnis Anda adalah pelanggan, atau klien, periode. Bagaimanapun, pelanggan Anda adalah mereka yang memutuskan apakah bisnis Anda akan booming atau hancur. Apapun yang Anda lakukan dalam bisnis harus fokus pada pelanggan, termasuk kebijakan, garansi, pembayaran, jam kerja, presentasi, iklan dan promosi dan website. Sebagai tambahan, Anda harus tahu dengan baik siapa pelanggan Anda.
7. Menjadi pendorong-diri
Salah satu mitos terbesar mengenai kesuksesan personal atau bisnis, adalah kemampuan personal, produk atau jasa yang akan ditemukan dan diakui oleh masyarakat yang mungkin menghalangi orang lain untuk membeli apa yang Anda jual. Tapi bagaimana ini bisa terjadi jika tidak seorangpun yang tahu siapa Anda, apa yang Anda jual dan mengapa mereka harus membelinya?
Promosi-diri adalah salah satu alat marketing yang paling penting, tapi paling gagal dipakai dimana mayoritas pengusaha langsung mengabaikannya.
8. Rancangan citra bisnis yang positif
Semua Anda miliki kecuali momen yang terlewatkan untuk membuat kesan yang positif dan diingat oleh orang yang Anda ajak berbisnis. Pengusaha rumahan harus keluar dari cara mereka dan selalu berupaya merancang citra bisnis yang paling profesional. Mayoritas pengusaha rumahan merasa tidak perlu membuat kantor atau toko atau showroom yang elegan untuk membuat prospek dan pelanggan kagum dan terkesan. Alih-alih, mereka harus mengandalkan pencintraan, kreatifitas dan memperhatikan detil terkecil saat membuat dan memelihara citra yang positif bisnis rumahan mereka.
9. Kenali pelanggan Anda
Salah satu fitur terbesar dan competitive edge yang paling signifikan dari pengusaha rumahan yang bisa mengalahkan pesaing besar adalah dia mampu memberikan perhatian yang personal. Anda bisa menyebutnya dengan reaksi teknologi tinggi, tapi pelanggan bosan dan jenuh mendengarkan informasi mereka ada di suatu tempat di komputer dan harus di retrieve, atau diharuskan memasukkan sederet angka yang pada akhirnya sampai di departemen yang tepat hanya untuk mendengarkan voice mail—dimana mereka tidak pernah ditelpon kembali.
Pengusaha rumahan bisa menjawab telepon, kenal dengan pelanggan mreka, memberikan perhatian personal dan memenangkan bisnis dengan melakukan hal tersebut. Ini adalah fakta yang diteliti dimana kebanyakan bisnis (80 %) datang dari pelanggan yang kembali daripada pelanggan baru. Karena itu, bersamaan dengan menarik pendatang baru, semakin banyak yang Anda lakukan untuk mendekati pelanggan, Anda akan melakukannya dengan lebih baik di jangka panjang dan memberikan perhatian personal adalah hal yang paling dihargai dan diingat di dunia dengan teknologi yang canggih ini.
10. Tingkatan lahan permainan dengan teknologi
Anda harus menghindari untuk terjebak lebih jauh dalam dunia teknologi, tapi Anda juga harus tahu bagaimana memanfaatkannya. Salah satu aspek internet yang paling mengagumkan adalah satu atau dua orang yang menjalankannya dari basement bisa memiliki website yang hebat seperti layaknya perusahaan bernilai $50 juta, dan tidak seorangpun yang tahu perbedaannya. Pastikan Anda terus mengejar teknologi tinggi selama itu sesuai dengan kebutuhan Anda. Teknologi terbaik adalah yang membantu Anda, bukan untuk membuat orang lain terkesan.
11. Membangun tim bisnis jempolan
Tidak seorangpun yang bisa membangun bisnis yang sukses seorang diri. Ini adalah tugas yang membutuhkan tim yang memiliki komitmen seperti Anda terhadap bisnis dan kesuksesannya. Tim bisnis Anda bisa mencakup anggota keluarga, teman, supplier, aliansi bisnis, karyawan, sub-kontraktor, industri dan asosiasi bisnis, pemerintahan lokal dan komunitas. Tentu anggota tim yang paling penting adalah pelanggan atau klien Anda. Beberapa atau banyak dari mereka yang akan mengatakan bagaimana bisnis Anda akan berjalan dan mempertaruhkan masa depan bisnis Anda.
12. Dikenal sebagai ahli
Saat Anda memiliki masalah yang harus dipecahkan, Anda mencari nasehat orang lain atau mencari seorang ahli di bidangnya untuk membantu memecahkan masalah Anda? Tentu saja, Anda menginginkan informasi yang paling akurat dan mendapatkan pendampingan. Anda biasanya mencari bantuan ahli untuk memecahkan masalah. Anda memanggil tukang ledeng saat keran air panas bocor, agen real estate ketika menjual rumah atau dokter gigi jika gigi Anda sakit. Karena itu, ini hanya mengarah pada alasan dimana Anda dikenal sebagai ahli dalam bisnis Anda, semakin banyak orang yang mencari Anda untuk mendapatkan keahlian Anda, menciptakan lebih banyak penjualan dan peluang referral. Dampaknya, dikenal sebagai ahli adalah memiliki gaya lain untuk mendapatkan prospek bisnis baru, begitu juga sebaliknya. Alih-alih menemukan orang baru dan berkwalitas untuk menjual, orang-orang ini mencari keahlian Anda.
13. Menciptakan keuntungan kompetitif
Bisnis rumahan harusnya memiliki proposisi penjualan yang unik. Ini lebih dari sekedar pertanyaan basa-basi menanyakan pertanyaan penting ,"Mengapa orang memilih berbisnis dengan Anda atau membeli produk atau jasa Anda dibandingkan berbisnis dengan kompetitor dan membeli produk atau jasanya?" Dengan kata lain, aspek atau kombinasi aspek apa yang memisahkan bisnis Anda dari persaingan? Apakah layanan yang lebih baik, garansi yang lebih lama, pemilihan yang lebih baik, pilihan pembayaran yang lebih fleksibel, harga terendah, layanan personal, layanan pelanggan yang lebih baik, pengembalian yang lebih baik dan kebijakan pengembalian atau gabungan dari beberapa hal tersebut ?
14. Investasikan dalam diri Anda
Pengusaha papan atas membeli dan membaca buku-buku, majalah bisnis dan marketing, laporan, jurnal, newsletter, website dan publikasi industri, menyadari bahwa sumber-sumber ini akan meningkatkan pemahaman bisnis mereka serta fungsi dan ketrampilan marketing. Mereka bergabung dengan asosiasi bisnis, dan menjalin jaringan dengan pebisnis lain yang terampil untuk belajar rahasia sukses mereka dan membantu mereka menentukan tujuan dan sasaran mereka. Pebisnis top menghadiri seminar bisnis dan marketing, workshop dan pelatihan, meski mereka sudah menguasai masalah tersebut. Mereka melakukannya karena mereka tahu bahwa pendidikan adalah proses yang berkelanjutan. Selalu ada cara untuk melakukan dengan lebih baik, waktu yang sedikit, dengan upaya yang lebih sedikit. Pendeknya, pengusaha papan atas tidak pernah berhenti menginvestasikan alat pemasaran yang paling ampuh, efektif, dan terbaik untuk dirinya.
15. Bisa diakses
Kita hidup dalam waktu dimana kita mengharapkan makan siang siap saji di drive-thru siap dalam beberapa menit, laundry siap diambil di hari yang sama, uang yang ada di ATM dan pizza diantar dalam waktu 30 menit atau gratis. Anda melihat pola yang berkembang-Anda harus membuatnya semudah mungkin bagi orang yang berbisnis dengan Anda, terlepas dari bisnis rumahan yang Anda jalankan.
Anda harus menyadari kenyataan bahwa hanya sedikit orang yang mau bekerja keras, keluar dari jalur, atau merasa tidak nyaman demi memberikan Anda uang yang mereka dapatkand dengan susah-payah. Mempermudah orang lain untuk berbisnis dengan Anda artinya Anda harus bisa diakses dan memiliki pengetahuan terhadap produk atau jasa Anda. Anda harus bisa memberikan apa yang diinginkan pelanggan, ketika mereka menginginkannya.
16. Membangun reputasi yang kokoh
Tidak diragukan lagi, reputasi yang baik adalah salah satu aset yang paling tangible dan bisa dijual oleh pengusaha rumahan. Anda tidak bisa hanya sekedar membeli reputasi yang baik; ini adalah sesuatu yang Anda hasilkan dengan memenuhi janji Anda. Jika Anda berjanji mengirimkan barang ke pelanggan hari Rabu, tidak alasan bagi Anda untuk tidak mengirimkannya. Jika Anda menawarkan untuk memperbaiki sesuatu, Anda harus melakukannya dengan baik. Konsistensi atas apa yang Anda tawarkan adalah faktor kunci lainnya. Jika Anda tidak bisa memberikan jasa (dan produk) dengan level yang sama pada klien secara teratur, mereka tidak punya alasan untuk mempercayai Anda…dan tanpa kepercayaan, Anda tidak akan memiliki reputasi yang baik.
17. Menjual benefit
Memaksakan fitur produk untuk pengusahaa yang tidak berpengalaman atau calon pengusaha. Menjual benefit terkait dengan memiliki dan menggunakan produk atau jasa yang Anda bawakan adalah fokus bagi sales professional dimanapun untuk menciptakan keinginan membeli dan menjual, menjual lebih banyak, dan lebih sering menjual lebih banyak pada pelanggannya. Iklan, presentasi sales, dan material marketing yang dicetak, kemasan produk, website, newsletter, pameran dagang adalah hal penting. Setiap waktu dan media yang digunakan untuk berkomunikasi dengan target audien harus menjual benefit yang terkait dengan memiliki produk atau menggunakan jasa Anda.
18. Keterlibatan
Selalu keluar dari jalan Anda untuk terlibat dalam komunitas yang mendukung bisnis Anda. Anda bisa melakukan ini dengan banyak cara, seperti terjun dalam kegiatan amal lokal atau food bank, terlibat dalam mengorganisir event komunitas, dan politik lokal. Anda bisa bergabung dengan kumpulam dan kelompok yang berkonsentrasi pada program dan kebijakan yang disusun untuk meningkatkan komunitas lokal. Ini adalah fakta dimana orang senang berbisnis dengan orang yang mereka kenal, sukai dan respek, dan dengan orang yang melakukan banyak hal untuk membantu mereka sebagai anggota komunitas.
19. Menarik perhatian
Pengusaha kecil tidak bisa membuang waktu, uang dan energi untuk kegiatan promosi yang ditujukan untuk membangun kesadaran melalui jangka panjang, pembukaan yang berulang. Jika Anda melakukannya, peluangnya adalah Anda akan bangkrut jauh sebelum tujuan ini tercapai. Alih-alih, setiap kegiatan promosi yang Anda lakukan, harus bisa menghasilkan uang untuk kantong Anda sehingga Anda bisa meneruskan untuk menarik perhatian yang lebih banyak dan membuat bisnis Anda tumbuh.
20. Menguasai seni negosiasi
Kemampuan untuk bernegosiasi secara efektif merupakan ketrampilan yang harus dikuasai oleh setiap pengusaha. Mungkin ini hal terpenting nomor dua yang harus dimiliki oleh bisnis rumahan. Dalam bisnis, ketrampilan negosiasi digunakan setiap hari. Selalu ingat bahwa menguasai seni negosiasi artinya ketrampilan Anda diterapkan untuk mendapatkan kondisi win-win. Pengaturan win-win berarti setiap orang yang terlibat merasa mereka telah menjadi pemenang, yang merupakan dasar untuk membangun hubungan jangka panjang dan bisnis yang lebih menguntungkan.
21. Mendesain tempat kerja untuk sukses
Rencanakan dan desain tempat kerja Anda di rumah dengan seksama untuk memaksimalkan kinerja dan produktivitas personal, dan jika dibutuhkan, untuk menunjukkan profesionalisme bagi klien yang datang. Jika memungkinkan, tahan keinginan untuk mengubah sudut ruang tamu atau tempat tidur Anda menjadi kantor. Idealnya, Anda menginginkan ruang yang terpisah dengan pintu tertutup yang memisahkan kegiatan bisnis dan anggota keluarga, setidaknya saat jam kerja. Teras, basement atau garasi biasanya digunakan sebagai kantor dalam rumah. Jika ini tidak memungkinkan, Anda harus menemukan cara untuk mengubah ruangan dengan partisi atau mengerjakan pekerjaan Anda saat tidak ada orang dirumah.
22. Menjaga keteraturan
Kunci untuk tetap terorganisir bukanlah jenis file apa yang Anda miliki atau apakah Anda menumpuk kertas di atas meja, tapi tentang mengelola bisnis Anda. Memiliki sistem untuk melakukan banyak hal. Karena itu, Anda ingin membuat rutinitas dimana Anda bisa menyelesaikan pekerjaan sebanyak mungkin, atau selama tiga jam untuk bisnis part-time atau tujuh hingga sembilan jam untuk full-timer. Faktanya, Anda harus mengembangkan sistem dan rutinitas untuksetiap kegiatan bisnis. Hal-hal kecil seperti membuat to-do list di akhir hari kerja dalam sehari, atau dalam seminggu, akan membantu Anda mendahulukan tugas terpenting. Menciptakan kalender tunggal untuk memulai kerja, bukan tugas untuk menggandakan tugas atau pekerjaan, juga akan memastikan tugas terselesaikan sesuai jadwal dan janji yang dipenuhi. Memasukkan keluarga dan aktivitas personal kedalam kalender Anda jiga penting sehingga Anda bisa bekerja dan merencanakan dari kalender tunggal.
23. Waktu luang
Godaan untuk bekerja disepanjang waktu adalah hal nyata bagi beberapa pengusaha rumahan. Namun, Anda tidak punya manajer yang mengingatkan saatnya Anda pulang karena mereka tidak mampu membayar lembur. Setiap orang yang bekerja dari rumah harus meluangkan waktu untuk menetapkan jadwal kerja yang meliputi waktu untuk meregangkan kaki Anda dan beristirahat makan siang, serta beberapa hari kerja dan menjadwalkan liburan. Membuat jadwal setelah Anda membuat komitmen untuk memulai bisnis rumahan. Tentu saja, jadwal Anda haruslah fleksibel. Sediakan waktu bagi diri Anda selama satu atau dua jam. Bekerja sepanjang waktu dan tidak beristirahat akan membuat Anda kelelahan dan layanan pelanggan yang buruk tidaklah diinginkan pelanggan.
24. Membatasi jumlah usaha
Sulit bagi kebanyakan pengusaha untuk tidak melakukan pendekatan yang ditawarkan. Mereka ingin melakukan dan menangani tugas sebanyak mungkin dalam bisnis mereka. Kemampuan untuk multitasking, nyatanya, adalah ciri umum yang dibagi oleh pengusaha sukses. Namun, sesekali Anda harus berhenti dan mereview hari itu untuk menentukan apa yang menjadi minat terbaik dalam bisnis dan diri Anda untuk jangka waktu yang lama. Kebanyakan pengusaha sukses akan mengatakan pada Anda pada saat mereka memulainya, mereka tahu dimana kelebihan mereka dan tugas apa yang didelegasikan ke orang lain.
25. Tindak lanjut secara konstan
Kontak yang konstan, tindak lanjut dengan pelanggan, prospek dan aliansi bisnis merupakan mantra bagi setiap pengusaha rumahan yang baru atau sudah mapan. Tindak-lanjut yang konstan dan konsisten memungkinkan Anda untuk merubah prospek menjadi pelanggan, meningkatkan nilai penjualan dan frekwensi membeli dari pelanggan yang sudah ada, dan membangun hubungan bisnis yang lebih kuat dengan supplier dan tim bisnis inti. Tindak-lanjut penting untuk daftar pelanggan Anda, seperti pekerjaan real yang dimulai setelah penjualan. Mudah untuk menjual produk atau jasa, tapi diperlukan kerja keras untuk mempertahankan pelanggan dan membuat mereka kembali lagi.
Oleh: James Stephenson adalah konsultan bisnis rumahan dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang bisnis dan marketing. Penulis beberapa buku populer, termasuk majalah Entrepreneur Ultimate Startup Directory dan Ultimate Small Business Marketing Guide, both available from Entrepreneur Press.
Sumber: www.entrepreneur.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim. com
Wednesday, March 10, 2010
Dijauhi Rekan-Rekan Kerja????
1. Jaga emosi
Daripada memberitahu seeseorang dengan kalimat "Saya kan tidak bisa melakukan semuanya!" utarakan apa yang bisa Anda lakukan. Dengan begitu Anda bisa memberikan pengertian pada rekan kerja, dan membuatnya paham akan kesulitan.
2. Gunakan kata "Saya’
Satu kata yang hampir pasti membuat seseorang menjadi defensif dan membela diri dari tuduhan adalah"kamu". Komunikasi dua pihak langsung berhenti karena lawan bicara malah sibuk merencanakan strategi pembelaan diri dibandingkan mendengar penjelasan. Jadi untuk menghindarinya, tidak ada salahnya mulai berkata, "Sebenarnya saya ingin membantu, namun pekerjaan saya hari ini benar-benar sangat banyak. Bagaimana kalau rekan lain saja, kebetulan si A sangat ahli mengerjakan pekerjaan tersebut."
3. Hindari sindiran dan sarkasme
Menyindir seseorang dengan komentar-komentar yang kasar atau bersifat sarkastik cuma akan membuat kita merasa puas sesaat. Namun berikutnya, efek jangka panjang yaitu membuat situasi menjadi tambah buruk harus Anda terima yang pasti akan sangat menyusahkan. Sebisa mungkin hindari deh hal yang satu ini.
4. Jangan potong pembicaraan orang lain
Memotong pembicaraan orang lain bukan hanya merupakan kebiasaan yang tidak sopan dan sangat mengganggu, namun hal tersebut juga bisa memberikan efek berlawanan dari apa yang ingin kita dapatkan dari seseorang. Saat memotong pembicaraan, kita mungkin berpikir untuk tujuan baik yaitu mempersingkat pembicaraan sekaligus (mungkin) menjelaskan. Namun kenyataannya, malah bisa jadi orang yang disela tersebut jadi sebal terhadap tingkah Anda.
5. Ajukan pertanyaan sebagai klarifikasi, bukan untuk menuduh
Jangan memulai pertanyaan dengan kata "Kenapa?" karena itu hanya akan membuat seseorang merasa dihakimi dan kemudian mereka akan melakukan aksi defensif. Gunakan kata seperti "Siapa," "Apa," "Kapan," "Di mana" atau "Bagaimana" untuk membuka kalimat pertanyaan yang ingin Anda ajukan.
Rasanya bila Anda mampu menampilkan sisi diri yang asertif, bicara berdasarkan fakta serta sopan, rekan-rekan kerja akan hormat dan segan. Selain itu ada keuntungan ektra : kalau Anda bisa diandalkan dan mempunyai hubungan baik dengan semua orang, siapa tahu ada kesempatan peningkatan karir tanpa diduga-duga. Selamat berkarya!
kusnurhadieko@yahoo.com
081323993938
"Resign" dengan Elegan
Salah besar. Cara Anda mengundurkan diri secara tidak langsung akan mempengaruhi karir Anda di masa depan. Tahan amarah Anda dan jangan berusaha membalas, tapi keluarlah dari pekerjaan tersebut dengan keprofesionalan yang masih terjaga. Berikut adalah hal-hal yang harus dipertimbangkan.
1. Berpikir jangka panjang
Jangan sampai Anda mengeluarkan komentar-komentar yang menjelek-jelekkan atasan atau rekan kerja di tempat lama. Meski dorongan tersebut sangat kuat (dan sangat menyenangkan bila bisa melakukannya), perlu diingat bahwa apa yang telah diucapkan tidak dapat ditarik kembali. Kata-kata tersebut (seandainya terdengar oleh orang lain) akan selalu teringat dan mungkin suatu saat akan sampai ke orang yang Anda jelek-jelekkan. Selain Anda masih membutuhkan tempat kerja lama sebagai referensi, masih ada kemungkinan Anda akan bertemu dengan rekan kerja baru yang memiliki hubungan dengan kantor lama -- baik sebagai klien, supervisor, atau (yang lebih parah lagi) teman dekat dari salah seorang rekan kerja Anda di tempat lama.
2. Berpikir rasional
Berhenti kerja dapat menjadi pengalaman bernuansa penuh emosi baik bagi Anda maupun atasan (yang mungkin selama ini memperlakukan Anda dengan semena-mena). Atasan mungkin akan merasa kaget, marah atau melakukan pembelaan diri (dan menganggap kesalahan sepenuhnya ada di tangan Anda). Meski ketegangan mungkin terjadi, tahan emosi dan tetaplah berlaku sebagai seorang profesional. Dengan berhenti, Anda sebenarnya telah berhasil membalas perlakuannya. Bayangkan, berapa lama yang akan dibutuhkan untuk mencari sampai melatih orang baru hingga dapat benar-benar mengisi posisi Anda?
3. Berpikir ke depan
Buat surat dengan singkat, to the point dan mencantumkan tanggal kapan Anda akan efektif berhenti bekerja. Jangan mengirim melalui email, tapi langsung datangi staf/orang yang berkepentingan dan serahkan surat tersebut. Berhati-hatilah sebab mungkin saja begitu menyerahkan surat pengunduran diri, Anda akan langsung disuruh membereskan meja Anda dan digelandang keluar kantor. Oleh karena itu sangatlah penting mengemasi barang-barang Anda beberapa hari sebelum (misalnya seminggu) sebelum berhenti. Kumpulkan barang-barang yang mungkin dapat berguna suatu hari misalnya alamat email, kartu-kartu nama dari klien, rekan kerja atau supervisor, atau informasi yang Anda butuhkan mengenai proyek yang sedang Anda kerjakan. Sebab begitu Anda menginggalkan kantor untuk terakhir kalinya, barang-barang tersebut tidak bisa diambil lagi.
4. Berpikir positif
Seandainya dulu pekerjaan lama Anda diwarnai masa-masa sulit (dan menyebalkan), mungkin akan sedikit sulit untuk tidak berkomentar/bercerita mengenai masa-masa tersebut. Namun membawa beban (dan kekesalan) lama ke pekerjaan baru hanya akan merusak reputasi Anda. Atasan atau rekan baru Anda pastinya tidak ingin mendengarkan keluhan mengenai pekerjaan lama Anda. Lupakan deh mimpi buruk Anda yang dulu, lagipula toh sekarang sudah ada pekerjaan baru. Hadapi masa-masa transisi tersebut dengan seprofesional mungkin dan songsonglah kesempatan emas di pekerjaan baru yang ada di depan Anda.
kusnurhadieko@yahoo.com
081323993938
Niat Untuk Mengubah Masa Depan
1. Tidak perlu mencoba semuanya dengan sekaligus
Setiap pergantian tahun selalu saja ada godaan untuk mengubah nyaris semua hal, tapi jangan terpancing! Anda akan lebih memperoleh tingkat keberhasilan lebih tinggi dalam satu atau dua hal dibandingkan dengan daftar dosa yang bisa mencapai puluhan. Lakukan satu-persatu, toh belakangan Anda masih bisa menambah kalau satu-dua perubahan tersebut sukses dijalani.
2. Ucapkan dengan hati-hati
jangan paksa diri (secara tidak sadar) untuk mematuhi resolusi tersebut, karena hal ituhanya kan menjadi pemicu stres yang pada akhirnya akan membuat niat memulai sesuatu yang baru gagal total. Kita misalkan niat Anda tahun ini adalah berusaha lebih bersikap sabar pada orang lain. Jangan berpikir, "Tahun ini saya harus menjadi orang yang sabar" karena hal itu seolah Anda memaksakan diri untuk sesabar mungkin. Mungkin akan lebih baik bila pendekatan Anda menjadi, "Tahun ini saya akan berusaha menggunakan beberapa cara yang ampuh untuk melatih kesabaran."
3. Lakukan perencanaan
Bila telah mendapatkan resolusi mana yang ingin Anda lakukan tahun ini, coba untuk mendeskripsikannya dengan terperinci. Tidak ada orang yang berhasil menjalankan sesuatu dengan melakukan semuanya sekaligus, yang terjadi nanti malah Anda kecewa dan membatalkan niat untuk berubah tersebut. Rencana tersebut tidak harus rumit, yang penting niat Anda bisa menjadi lebihkuat untuk menjalankannya.
Untuk relaksasi, Anda bisa mencoba cara-cara berikut :
a) buka-buka majalah atau situs internet untuk mengetahui berbagai teknik relaksasi yang ada.
b) Buat daftar teknik-teknik relaksasi yang Anda ketahui dan ingin mencoba.
c) Pilih salah satu dari teknik tersebut - meditasi atau hipnotis diri sebagai contoh - dan coba satu untuk setiap bulannya.
d) mencoba teknik-teknik berbeda setiap bulan sampai menemukan yang Anda sukai.
4. Tulis di kertas
Agar dapat selalu mengingatnya setiap saat, tuliskan hal-hal apa saja yang ingin Anda lakukan di tahun mendatang (dan sebelumnya belum pernah dilakukan) serta langkah-langkah konkretnya. Kalau perlu taruh di tempat-tempat yang mudah terlihat supaya Anda selalu ingat, misalnya di pintu lemari es. Hal itu juga akan memudahkan Anda bila sewaktu-waktu ingin mengubah resolusi tersebut seiring dengan berlalunya waktu.
Nah, tunggu apalagi? Jalankan sekarang dan buat hidup Anda lebih baik!
kusnurhadieko@yahoo.com
081323993938
Tuesday, May 5, 2009
Siapkah Anda Memulai Usaha Rumahan ?
Untuk membantu Anda mengetahui apakah bisnis rumahan cocok untuk Anda, berikut sepuluh pertanyaan yang harus Anda jawab :
1. Apakah Anda suka menghasilkan uang ?
Mengerjakan bisnis sendiri berarti sepenuhnya bertanggung jawab atas keuangan Anda sendiri. Tidak ada gaji rutin, dan biasanya bisnis baru memerlukan waktu sekitar satu hingga tiga tahun untuk balik modal. Pengusaha yang cerdas tahu jika bisnis rumahan bukanlah alternatif untuk menghasilkan kekayaan dengan cepat. Apakah didalam diri Anda memilikinya, untuk terus -menerus fokus hidup dibawah bottom line? Anda tidak boleh menyerah untuk mencapai tujuan, menciptakan sebuah perusahaan dengan dasar keuangan yang kuat untuk ekspansi dimasa depan.
Keberhasilan bisnis ada ditangan Anda, dan komitmen untuk bekerja harus menggantikan nilai-nilai lainnya dalam hidup Anda. Ketika memiliki usaha, Anda harus bersedia berkorban untuk jangka pendek karena perlahan pekerjaan menjadi prioritas Anda. Mungkin waktu dengan keluarga dan teman akan berkurang . Jika Anda tidak siap untuk memulai hidup baru ini, maka bisnis rumahan bukan untuk Anda.
2. Apakah Anda berorientasi pada tujuan dan memiliki inisiatif?
Pengusaha sukses tahu kemana tujuan mereka dan bersedia melakukan apapun untuk meraih tujuannya. Jika Anda akan memulai usaha, bersiaplah untuk fokus pada tujuan Anda.
Anda harus bekerja dengan jam yang lebih panjang, teratur, dan memiliki level energi yang tinggi. Singkatnya, bekerja dari rumah memberikan banyak tantangan motivasi. Tanpa stuktur tempat kerja, banyak gangguan - dari keluarga, teman, tetangga, bahkan televisi, yang akan
Anda hadapi. Anda harus memiliki aturan untuk menggunakan waktu dengan baik. Tapi yang lebih penting adalah, Anda harus bisa menentukan sasaran dan tujuan, dengan rencana yang jelas bagaimana meraihnya. Jika Anda memiliki level motivasi yang rendah, bisnis rumahan tidak cocok untuk Anda .
3. Mengapa Anda ingin bekerja di rumah ?
Pengusaha rumahan terbaik adalah mereka yang memiliki alasan bagus mengapa mereka bekerja dari rumah, daripada sekedar alasan menghemat uang . Maka, tidak heran jika para wanita, karena keinginan untuk menyeimbangkan komitmen antara bekerja dan keluarga, menjadi alasan teratas mereka menjadi pengusaha bisnis rumahan. Lainnya, sebaliknya, memiliki aspirasi kewirausahaan yang kuat tapi memulai usahanya secara perlahan-lahan atau kekurangan sumber; maka, memulai usaha rumahan adalah satu-satunya pilihan mereka. Namun, alasan penting lainnya adalah fisik yang tidak memungkinkan melakukan perjalanan kerja yang jauh. Keinginan akan gaya hidup yang lebih mandiri juga menjadi motivasi yang kuat untuk bekerja dari rumah.
4. Apakah Anda sanggup mencukupi kebutuhan sendiri dan memiliki sumber yang memadai?
Sebagai pengusaha, Anda adalah pengambil keputusan dalam bisnis. Sehingga, bekerja sendiri dirumah memerlukan kemampuan mencukupi kebutuhan sendiri dan percaya diri. Lebih dari sekedar membuat sales letter dan melakukan penjualan, Anda harus memiliki kepercayaan diri, tidak hanya untuk membuat keputusan yang tepat, tapi juga tidak takut jika membuat keputusan yang salah. Anda harus bisa menjadi orang yang dapat memainkan berbagai bola yang di saat yang bersamaan. Kepercayaan diri adalah kebajikan yang akan membawa Anda melalui masa-masa sulit.
5. Bisakah rumah Anda dijadikan bisnis rumahan ?
Sebelum mempertimbangkan memulai usaha rumahan, Anda harus menentukan jika Anda memiliki ruang dan fasilitas yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Anda perlu mengetahui lingkungan di sekitar tempat tinggal untuk memastikan usaha yang akan Anda jalankan memperoleh ijin. Jika Anda tinggal di kompleks apartemen, konsultasikan dengan manajemen apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam bisnis Anda.
6. Apakah Anda berorientasi pada sales ?
Dibalik penciptaan produk dan penyediaan jasa, pengusaha harus tahu bagaimana menjual. Setiap bisnis mengandalkan penjualan untuk tumbuh dan berkembang. Konglomerat memiliki tenaga sales yang besar, tapi kebanyakan pengusaha bisnis rumahan hanya mengandalkan diri mereka sendiri dalam menjual produk atau jasanya. Sebagai pemilik usaha rumahan Anda harus menjual produk atau jasa ke target market Anda. Jangan berharap orang lain yang menjualnya untuk Anda. Anda harus mengembangkan strategi sales, mengasah ketrampilan menjual, dan membuat presentasi.
7. Apakah Anda suka menyediri ?
Dalam lingkungan korporat, kehidupan sosial didapatkan ketika Anda ngobrol sejenak saat coffe break, makan siang bersama teman dan mendiskusikan proyek yang sulit dengan bos. Bisnis rumahan akan membatasi kehidupan sosial Anda secara drastis, karena Anda bekerja sendiri sepanjang waktu. Orang yang memerlukan orang lain disekitarnya bukanlah pengusaha rumahan yang baik. Jika Anda merindukan kehidupan sosial, Anda bisa mendapatkan cara baru untuk memenuhi kebutuhan sosial Anda. Anda bisa berkumpul dengan teman-teman Anda untuk makan siang, bergabung dengan group perdagangan dan perindustrian, atau terlibat dalam acara-acara setempat.
8. Apakah keluarga mendukung keputusan Anda membuka usaha di rumah ?
Masalah dengan keluarga adalah hal yang akan Anda hadapi ketika memulai usaha. Dengan segala perhitungan, membuka bisnis adalah keputusan keluarga, terlebih jika Anda melakukannya di rumah. Bisnis akan mempengaruhi keadaan keuangan keluarga. Yang sering terjadi, pada saat fase awal, pengusaha harus menyesuaikan gaya hidupnya agar dapat menyokong bisnisnya. Terlebih, rumah yang diperuntukkan keluarga akan bertambah fungsinya sebagai tempat usaha. Anda bisa menggunakan basement, garasi atau paviliun sebagai kantor-rumah. Peraturan baru harus dibuat, terlebih jika Anda memiliki pasangan atau anak - bagaimana menjawab telepon selama jam kerja , atau bagaimana anak-anak harus bersikap ketika mereka berada di kantor - rumah Anda . Pastikan sudah membicarakan rencana Anda dengan keluarga, dan sudah memiliki tujuan dan sasaran .
9. Apakah Anda memiliki sistem yang mendukung ?
Ketika kita bekerja di sebuah perusahaan, kita selalu mengandalkan jasa pendukung. Surat diproses untuk kita, tempat sampah dikosongkan untuk kita, sistem komputer dipersiapkan untuk kita gunakan dan keperluan kantor juga tersedia. Semua ini akan berubah jika Anda menjalankan usaha rumahan. Anda harus menangani beberapa peran sendiri. Anda akan menjadi sales, planner, sekretaris, akuntan, istri atau suami, pembantu, orang tua, dan pengasuh disaat yang bersamaan. Lakukan semampu Anda, Anda tidak mungkin melakukan semuanya sendirian. Anda harus menetapkan sistem untuk membantu Anda sehingga fungsi dukungan jasa tidak melampau tujuan utama Anda. Ingatlah, fokus Anda adalah menumbuh-kembangkan bisnis. Yang terbaik adalah melakukan persiapan yang matang sebelum membuka usaha rumahan, seperti pengasuhan anak, pembantu yang membersihkan rumah, bantuan administrasi dan pembukuan , serta jasa bantuan lain yang diperlukan.
10. Bisakah Anda merasa nyaman dengan bekerja dari rumah ?
Beberapa profesional tidak bisa membayangkan bekerja diluar setting kantor - tanpa cubicle atau kantor profesional, dan berbusana resmi - dengan fasilitas yang didapat saat bekerja dan diluar kantor. Apakah bekerja dirumah akan mempermalukan Anda ? Beberapa orang menganggap bisnis rumahan adalah "waktu yang kecil" dan kurang memberikan kehidupan korporat yang glamor.
Oleh: Steve Ma. Reyna
Sumber: www. PowerHomeBiz.com
Diterjemahkan oleh: Iin - Tim Pengusaha Muslim. com
kusnurhadieko@yahoo.com
081323993938
Pengusaha Sukses..WONG SOLO

PUSPO WARDOYOMENDIRIKAN RUMAH MAKAN AYAM BAKAR WONG SOLO BERMODALKAN 700 RIBU RUPIAH08 September 2003
PERNAH dengar Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo? atau Anda malah sudah pernah mencicipi menunya? Rumah makan ini terkenal dengan ayam bakarnya. Setiap jam makan tiba, rumah makan ini dipenuhi pengunjung. Jumlah gerai rumah makan ini pun tidak kalah dengan waralaba makanan cepat saji asing. Hingga kini ada 27 gerai Ayam Bakar Wong Solo yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan dengan pencapaian hebat bagi usaha yang dirintis dengan modal hanya Rp 700 ribu.
Puspo Wardoyo, 47, merintis waralaba Ayam Bakar Wong Solo hingga menjadi sebesar sekarang ini dari titik paling bawah. Ia pernah menjajakan ayam bakar di kaki lima. Sejak kecil Puspo sudah terbiasa berurusan dengan ayam. Orangtuanya penjaja ayam. Pagi hari, Puspo kecil membantu menyembelih ayam untuk dijual di pasar. Siang sampai malam, pria penggemar warna merah ini membantu orangtuanya menjajakan menu siap saji seperti ayam goreng, ayam bakar, garang asem ayam, dan menu ayam lainnya di warung milik orangtuanya di dekat kampus UNS Solo. Pekerjaan ini dilakoninya sampai tamat kuliah.
Lulus kuliah, Puspo meninggalkan bisnis unggas ini. Ia menjadi guru di daerah Muntilan. Awalnya ia merasa bangga dengan profesi ini. "Gajinya tetap. Saya bisa membeli apa-apa yang saya inginkan waktu itu. Plus, dihormati oleh murid-murid merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya," papar Puspo yang ditemui Bintang di salah satu gerainya di daerah Kalimalang, Jakarta. Namun lama-kelamaan hatinya merasa tidak sreg. Alasannya, ia merasa kurang berbakat menjadi guru. Puspo juga merasakan profesi guru tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Ia lantas berhenti dan kembali lagi ke kota asalnya. Ia kemudian membuka warung makan. Tentu saja dengan ayam sebagai menu andalannya.
Berprofesi sebagai penjaja makanan, pria beristri 4 -- bukan salah ketik, istri Puspo memang 4 orang, sering mendatangkan cibiran orang sekelilingnya. Tapi ia cuek dan terus menekuni usahanya. Suatu waktu, temannya yang berjualan bakso di Medan pulang ke Solo, sang sahabat menyarankan agar ia pindah berjualan ke Medan. Prospek bisnis rumah makan di kota itu sangat baik, kata sang teman. Ia tertarik dengan ajakan kawannya itu. Untuk mendapatkan modal, ia kembali menjadi guru, kali ini SMU di daerah Bagan Siapi-api, Riau. Warung makan miliknya ia tinggalkan. Puspo mempercayakan pengelolaan warungnya pada seorang kerabat. Selama 2 tahun mengajar, 1989-1991, terkumpul uang sekitar Rp 2.400.000. Dengan uang itu ia membeli motor dan sewa rumah kontrakan. Sisanya sekitar Rp 700.000 dipergunakan untuk modal jualan ayam bakar. Kenapa mesti ayam bakar lagi? "Tiga hari sebelum meninggal ayah berpesan agar saya berjualan ayam bakar. 'Insya Allah sukses'," kata pria berkacamata ini menirukan ucapan mendiang ayahnya. Puspo lantas membuka warung kaki lima di daerah Polonia, Medan. Sukses tidak datang begitu saja. "Kadang-kadang sehari cuma laku beberapa potong," ingatnya. Melihat pertanda tidak bagus, sang istri Rini Purwanti, yang kala itu bekerja sebagai dosen Politeknik USU, memintanya berhenti berjualan ayam bakar. "Mertua saya bahkan menyuruh saya bertobat berdagang dan menjadi guru kembali," tegasnya lagi. Tapi dengan kesabaran dan ketaqwaan Puspo, maju terus.
Usahanya tidak sia-sia. Pelan tapi pasti usahanya berkembang. Pegawainya pun bertambah. Suatu saat pegawainya tertimpa masalah. Ia terlibat utang dengan rentenir. Puspo membantunya dengan cara meminjamkan uang. Sebagai ucapan terimakasih, sang pegawai membawa wartawan sebuah harian lokal Medan. Si wartawan yang merupakan sahabat suami pegawai yang ditolong Puspo kemudian menuliskan profilnya. Judul artikel itu Sarjana Buka Ayam Bakar Wong Solo. Artikel itu membawa rezeki bagi Puspo. Esok hari setelah artikel dimuat, banyak orang berbondong-bondong mendatangi warungnya. "Seratus potong ayam ludes per hari. Keesokan harinya meningkat menjadi 200 potong ayam per hari. Omset saya waktu itu mencapai 350 ribu per hari," sebut pria berbadan besar ini. Hari ke hari usahanya makin sukses. Ia pun kemudian mendirikan tempat yang lebih representatif dan mulai melebarkan sayapnya ke berbagai daerah.
Kemampuan meracik dan meramu masakan didapatnya sewaktu bekerja membantu ayahnya berdagang. "Saya memiliki naluri memasak sejak kecil dan tumbuh di lingkungan yang memiliki usaha rumah makan. Bermodalkan naluri itu saya merancang sendiri menu-menunya dan bukan belajar dari buku, juru masak, atau orang lain," papar bapak 10 anak ini. Bahasa kerennya, ia belajar masak secara otodidak. Kemampuannya ini terus diasahnya sampai sekarang. Hasilnya di Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo sekarang telah ada 50 menu. Sebagian besar modifikasi dari masakan-masakan yang telah ia ciptakan sebelumnya. Sekarang ini menu yang dihidangkan bukan sekadar ayam. Ada ikan, sayur mayur, dan jus. Ada catatan khusus untuk jenis yang disebut terakhir ini. Nama yang diberikan Puspo untuk hasil karyanya ini unik. Ada jus Poligami dan Jus Dimadu. "Jus poligami berisi gabungan buah-buahan berserat yang dicampur menjadi satu. Sedangkan Jus Dimadu kombinasi buah Markisa dengan buah Torung -- buah khas Medan. Rasanya, semanis madu," sebut Puspo yang pernah dua kali menyabet penghargaan Enterprise 50 versi Accenture dari majalah Swa dan HIPMI ini. Ia punya alasan sendiri untuk menggunakan nama ini. "Saya sedang mengampanyekan poligami itu tidak seburuk anggapan orang," cetus penerima penghargaan Waralaba Unggulan Tahun 2003 dari Presiden Megawati ini.
Bagi Puspo bekerja tidak hanya sekadar mencari nafkah saja. Lebih dari itu, bekerja sarana beribadah dan beramal. Tidak heran jika nuansa Islami sangat mengental di rumah makan yang dikelolanya. Semua karyawatinya mengenakan jilbab. "Sebelum masuk dan sebelum pulang, karyawan mendapatkan kultum -- kuliah tujuh menit, mengenai Islam. Tujuannya agar akhlak mereka menjadi terus baik," terangnya. Puspo kini tengah mencoba menambah gerainya. Ia berniat masuk ke mal-mal dan supermarket. Tidak puas Puspo berniat mengglobalkan Ayam Bakar Wong Solo. "Kami sedang mengusahakan mendirikan gerai di Malaysia, Brunei, bahkan di Belanda," katanya. Tapi namanya masih tetap Wong Solo kan, bukan Wong Londo?
kusnurhadieko@yahoo.com
081323993938
Wednesday, April 8, 2009
Aspek Keluarga Bagi Wirausaha
Kebahagiaan tidak tergantung dari kondisi kaya atau miskin. Betapapun miskin atau prihatin, selama kasih sayang selalu menjadi landasan hidup, seorang anak tetap dapat berkembang dengan baik.
Dasar pemikiran yang seyogyanya dimiliki oleh para usahawan adalah bahwa keluarga merupakan pusat kebahagiaan primer. Tidak ada kebahagiaan yang begitu lengkap dan sempurna selain kebahagiaan didalam keluarga. Itu sebabnya alam mengatur manusia agar membentuk keluarganya masing-masing. Masyarakat terbentuk dari keluarga-keluarga. Ini tidak berarti bahwa sebelum seseorang menikah, ia tidak bisa bahagia. Karena, mereka yang masih membujang, juga punya keluarga, yaitu orang tua, kakak, adik, paman, bibi atau famili.
Joey Nielsen, seorang instruktur dari Wang Laboratories di Honolulu dalam suatu kunjungan ke Jakarta mengatakan : “Anda beserta keluarga membentuk sebuah tim. Tim ini harus kompak dan hubungan antara sesama anggotanya harus harmonis. Dengan demikian, baru kebahagian hidup bisa dicapai secara sempurna..”
Kita setuju dengan Joey. Kunci keberhasilan sebuah keluarga terletak dari bagaimana cara mereka untuk bisa berkoordinasi satu sama lain. Keterbukaan amat diperlukan, agar saling pengertian bisa tercipta dengan baik. Seorang suami yang workoholic alias gila kerja, bisa mengutarakan kebiasaannya itu kepada sang istri dan anak-anak, untuk mendapat kelapangan dada mereka. Sebaliknya suami juga harus mengerti kebutuhan keluarga. Setiap ada kesempatan, berikan waktu dan perhatian yang cukup kepada semua anggota keluarga.
Kebutuhan keluarga yang paling mendasar adalah nafkah. Sejauh ini pengertian nafkah memang hanya sebatas “SPPK”, yaitu sandang, pangan, papan dan kendaraan. Bila itu semua sudah terpenuhi, akan tetapi suami sebagai kepala keluarga tetap tidak bisa berbagi waktu dengan keluarga, maka istri dan anak-anak akan sulit menerimanya. Ia akan diangap sebagai manusia egois, kurang tanggung jawab dan mau enak sendiri. Kalau keadaan seperti itu berlarut-larut tanpa penjelasan yang bijaksana, maka suasana rumah tangga akan mulai berkembang kearah yang mengganggu kebahagiaan. Pada puncaknya, bisa saja keluarga akan menuduh suami atau ayah mulai berbuat macam-macam, nyeleweng dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, patut dimengerti bahwa keterbukaan dan saling pengertian harus dibudayakan sejak awal.
Dikotomi nafkah versus prestasi juga harus dicermati. Keluarga hendaknya bisa mengerti bahwa terpenuhinya SPPK bukanlah akhir dari pengorbanan, yang merupakan saatnya ayah atau suami tinggal dirumah menghabiskan waktu bersama anak dan istri. Kepala keluarga masih memerlukan kesempatan untuk memaksimalkan unjuk-kerjanya, antara lain demi lebih memantapkan kondisi keuangan keluarga, perusahaan, dan juga untuk memenuhi kebutuhan motivasinya sebagai manusia untuk berprestasi.
Hal ini jelas penting, karena kalau motivasi untuk berprestasi itu hilang, maka
kemungkinan besar yang bersangkutan akan terhinggapi SKT (sindroma kehilangan tujuan) sebagaimana yang telah dijelaskan dibagian terdahulu. Dan kalau itu terjadi, maka apa yang dikuatirkan di atas seperti penyelewengan dan macam-macam, justru berpeluang untuk terjadi. Marilah kita tinjau lebih jauh mengenai persoalan tersebut.
Motivasi awal seseorang memulai karirnya, baik sebagai pengusaha ataupun sebagai karyawan, umumnya untuk mencari nafkah. Yaitu guna memenuhi kebutuhan dasar yang berupa sandang (pakaian), pangan (makanan), papan (perumahan) serta kendaraan. Kita sebut saja sebagai SPPK.. Apabila suatu waktu, semua kebutuhan SPPK sudah terpenuhi, maka ia tidak lagi mempunyai target hidup yang jelas, sehingga sindroma membayangi.
Mereka yang mempunyai sikap mental cukup baik, atau memiliki latar belakang keagamaan yang kuat, dapat mengatasi sindroma itu dengan mengalihkan semua pendapatan yang diperoleh untuk ditabung seluruhnya, dengan maksud untuk bekal masa depan anak-anaknya nanti. Tetapi, yang imannya kurang kuat dapat saja tergelincir kedalam hal-hal negatif.
Motivasi kerja yang hanya berlatar belakang mencari nafkah, disebut Motivasi Nafkah (Subsistence Motivation). Rata-rata pengusaha kecil di Indonesia memulai karirnya berdasarkan jenis motivasi ini, sehingga ketika banyak diantaranya sudah mulai sukses, mereka terkena SKT. Pengaruh buruk SKT ini menyebabkan sulitnya pengusaha kecil beranjak dari statusnya sekarang, menjadi pengusaha menengah atau besar